Blog Ekonomi Syariah

Persaingan 30 Perusahaan untuk Mendapatkan Gelar ‘Halal’ dari JII

June 30, 2009 | Author: SHOFAWATY Nur Islamiyah | Filed under: Lomba Artikel UG ICT Award 2009


Dalam sejarah, lahirnya ekonomi Islam pada masa-masa sekarang ini lebih disebabkan oleh dua faktor. Pertama, faktor ajaran agama yang melarang riba dan menghalalkan jual beli. Kedua, timbulnya surplus dolar dari negara-negara penghasil dan pengekspor minyak dari Timur Tengah dan negara Islam di mana mereka pada akhirnya membutuhkan institusi keuangan Islam untuk menyimpan dana mereka.

Di Indonesia ekonomi syariah mulai dikenal sejak berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1991. Selanjutnya ekonomi berbasis syariah di Indonesia ini mulai menunjukan perkembangan yang menggembirakan. Pada dasarnya, sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sudah menjadi kewajiban bagi Umat Islam Indonesia untuk menerapkan ekonomi syariah sebagai bukti ketaatan dan ketundukan masyarakat pada Allah SWT dan Rasulnya. Penerapan hukum syariah bukan hanya terbatas pada bank-bank saja, tapi sudah menjalar ke bisnis asuransi, bisnis multilevel marketing, koperasi bahkan ke pasar modal.

Para investor muslim kini tidak perlu susah-susah lagi untuk menanamkan modalnya pada suatu jenis usaha, karena Bursa Efek Indonesia sudah memiliki Jakarta Islamic Index yang memuat indeks saham yang masuk kategori halal. Meski demikian, harus diakui bahwa selama lebih dari satu dasawarsa di tengah makin berkembangnya institusi ekonomi berbasiskan hukum Islam, masih banyak umat Islam di Indonesia yang belum memahami dan mengenal perekonomian yang berbasis syariah secara menyeluruh.

Terdapat beberapa karakteristik sahamyang diperdagngkan di BEI. Emiten yang sahamnya tercatat dan diperdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki karakteristik berbeda satu sama lainnya. Ada saham yang masuk dalam kategori saham unggulan, sehingga ia tergabung 45 saham terlikuid (indeks LQ-45) dan ada pula emiten yang masuk dalam perhitungan Jakarta Islamic Index (JII).


Kendati perhitungan JII dan LQ-45 berbeda, tapi bisa saja saham yang tergabung dalam LQ-45 juga masuk kriteria JII, begitu pula sebaliknya. Saham apa saja yang masuk dalam kriteria Jakarta Islamic Index? Sebagaimana saham yang tergolong 45 saham likuid, saham yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index ini juga memiliki kriteria. Bahkan kategori dan kriterianya cukup ketat. Sebab yang masuk dalam Jakarta Islamic Index adalah saham-saham yang terbebas dari unsur riba alias harus sesuai syariah.

Intinya saham-saham yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index ini adalah saham-saham yang menenuhi unsur syariah. Kalau LQ-45 tidak memperhitungan unsur halal haram, JII memperhitungan hal itu. Karenanya dalam menentukan apakah sebuah saham masuk kategori syariah harus mengikutsertakan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Di samping saham-saham yang masuk kriteria JII adalah saham-saham yang operasionalnya bukan dari riba, permodalan perusahaan bukan juga dari mayoritas utang. Jadi bisa kita katakan bahwa saham-saham yang tergabung dalam JII ini adalah saham-saham yang pengelolaan dan manajemennya terbilang sudah transparan dan sudah memenuhi prinsip corporate governance. Karenanya jangan heran kalau sepanjang keberadaannya saham-saham syariah yang tergabung dalam JII adalah saham yang memberikan keuntungan cukup atraktif. Emiten apa saja yang bisa masuk kriteria saham JII? Sebenarnya seluruh saham bisa masuk JII kecuali saham yang pendapatannya tidak melanggar syariat Islam. Dalam penilaiannya kriteria saham JII atau saham syariah ini, tiap periode selalu berubah. Periode “perubahan” saham JII enam bulan sekali.

Berikut ini daftar saham yang masuk perhitungan Jakarta Islamic Index per 5 Desember 2008:

1. Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

2. Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)

3. Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM)

4. Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX)

5. Astra International Tbk (ASII)

6. Bisi International Tbk (BISI)

7. Global Mediacom Tbk (BMTR)

8. Barito Pacifik Tbk (BRPT)

9. Bumi Resources Tbk (BUMI)

10. Ciputra Property Tbk (CTRP)

11. Elnusa Tbk (ELSA)

12. Inti Kapuas Arowana Tbk (IIKP)

13. International Nickel Indonesia Tbk (INCO)

14. Indika Energy Tbk (INDY)

15. Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP)

16. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

17. Kalbe Farma Tbk (KLBF)

18. PP London Sumatera Tbk (LSIP)

19. Mitra Rajasa Tbk (MIRA)

20. Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)

21. Matahari Putra Prima Tbk (MPPA)

22. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)

23. Sampoerna Agro Tbk (SGRO)

24. Semen Gresik (Persero) Tbk (SMGR)

25. Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA)

26. Timah Tbk (TINS)

27. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)

28. Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP)

29. Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

30. Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)

Sedangkan di bawah ini daftar saham yang masuk perhitungan Jakarta Islamic Index per 5 Juni 2009:

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

2. PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

4. PT Astra International Tbk (ASII)

5. PT Bisi International Tbk (BISI)

6. PT Global Mediacom Tbk (BMTR)

7. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)

8. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

9. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)

10. PT Darma Henwa Tbk (DEWA)

11. PT Elnusa Tbk (ELSA)

12. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)

13. PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA)

14. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO)

15. PT Indika Energy Tbk (INDY)

16. PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP)

17. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

18. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)

19. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

20. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

21. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

22. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)

23. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO)

24. PT Semen Gresik Tbk (SMGR)

25. PT Timah Tbk (TINS)

26. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)

27. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)

28. PT United Tractors Tbk (UNTR)

29. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

30. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)

Dari data di atas, ada delapan saham yang tereliminasi dari semester sebelumnya, dan delapan saham yang bertambah pada data semester ini. delapan saham yang tereliminasi adalah Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), Barito Pacifik Tbk (BRPT), Inti Kapuas Arowana Tbk (IIKP), Mitra Rajasa Tbk (MIRA), Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), dan Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA). Sedangkan delapan saham yang baru memasuki daftar JII pada semester ini adalah Adaro Energy Tbk (ADRO), Bakrie Telecom Tbk (BTEL), Darma Henwa Tbk (DEWA), Bakrieland Development Tbk (ELTY), Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan United Tractors Tbk (UNTR).

Jadi bisa dibayangkan demikian ketatnya emiten atau saham yang akan masuk kategori perhitungan JII ini. Namun bukan berarti saham syariah hanya sebatas 30 emiten yang ada di JII itu saja. Sebab hingga Mei 2008 lalu, setidaknya Bapepam-LK telah mengeluarkan daftar efek syariah untuk saham sebanyak 180 efek syariah dengan jenis saham yang dikeluarkan oleh emiten yang tercatat di bursa efek, lima efek syariah dengan jenis saham perusahaan publik, serta tiga efek syariah dengan jenis saham dari emiten yang telah di delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Penentuan bagi 180 efek syariah itu penyusunannya berdasarkan laporan keuangan, laporan tahunan emiten serta data pendukung lainnya.

Selain kriteria diatas, dalam proses pemilihan saham yang masuk JII Bursa Efek Indonesia melakukan tahap-tahap pemilihan yang juga mempertimbangkan aspek likuiditas dan kondisi keuangan emiten, yaitu:
1.Memilih kumpulan saham dengan jenis usaha utama yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan sudah tercatat lebih dari 3 bulan (kecuali termasuk dalam 10 kapitalisasi besar).
2.Memilih saham berdasarkan laporan keuangan tahunan atau tengah tahun berakhir yang meiliki rasio Kewajiban terhadap Aktiva maksimal sebesar 90%.
3.Memilih 60 saham dari susunan saham diatas berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar (market capitalization) terbesar selama satu tahun terakhir.
4.Memilih 30 saham dengan urutan berdasarkan tingkat likuiditas rata-rata nilai perdagangan reguler selama satu tahun terakhir.
Pengkajian ulang akan dilakukan 6 bulan sekali dengan penentuan komponen index pada awal bulan Januari dan Juli setiap tahunnya. Sedangkan perubahan pada jenis usaha emiten akan dimonitoring secara terus menerus berdasarkan data-data publik yang tersedia.

Karena pasaran ekonomi syariah kini sedang banyak dilirik oleh para penanam saham, maka setiap perusahaan juga harus meningkatkan daya saingnya dalam ketentuan syariah. Dalam Islam, hal ini disebut Fastabiqul Khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Semoga dengan semakin berkembangnya perekonomian syariah di Indonesia, Negara ini juga akan menjadi Negara yang diridhoi Allah.. Amiin

8 people have left comments

luthi - Gravatar

luthi said on June 30, 2009, 10:38 am:

sulitnya usaha saham untuk mendapat label ‘halal’ bukan didasarkan sulit nya persaingan sehingga banyak yg tereliminasi,tp memang kriteria ‘syariah’ yg g bisa ‘ditawar’..yg namanya syariah memang gitu..lambat tapi aman :D

Aisyah - Gravatar

Aisyah said on June 30, 2009, 11:35 am:

yang bisa masuk cuma 30 ya tiap semester? ehm.. repot juga ya.. kenapa ga sebanyak-banyaknya.. tapi secara keseluruhan cip.. tokcer.. Lanjutkan!

ninie - Gravatar

ninie said on July 9, 2009, 1:36 pm:

kalo mau liat tanggal penerbitan saham syariah tersebut gmn ya??apa dari tanggal penetapannya???

hermanto - Gravatar

hermanto said on July 31, 2009, 11:29 pm:

itu dia yang saya tunggu-tunggu.. perkembangan ekonomi syariah.. thx atas blognya.. semoga terus menginput berita terbaru

g. s. subekti - Gravatar

g. s. subekti said on September 5, 2009, 10:29 am:

klo bisa, saya minta daftar saham syariah selain yang masuk dalam JII (via email)

terima aksih sebelumnya

SOFIE - Gravatar

SOFIE said on April 19, 2010, 12:19 am:

perusahaan2 yg masuk JII apakah benar2 sdh menjalankan sesuai dg syariah, kl dilihat dari lap.keuangannya , krn yg dilihat hanya dr aspek jenis usaha dan proses produksinya sj?

jampanx - Gravatar

jampanx said on June 12, 2011, 10:00 pm:

koq Saham Sampoerna jg masuk?? itu perusahaan rokok bukan ya?? hedew…MUI -nya kan jg banyak perokok…klo nggak merokok dalilnya nggak keluar katanya….

kacau dah klo urusan dunia dibenar-benarkan pake syariah…

Frida - Gravatar

Frida said on October 27, 2011, 9:13 am:

saya ingin tau lebih lanjut mengenai rasio-rasio keuangan yang digunakan untuk penilaian 30 perusahaan syariah yang masuk dalam JII.
Mohon penjelasannya. Terima kasih

Leave A Comment

All fields marked with "*" are required.

Security Code: